Kamis, 10 Juli 2014

MATEMATIKA EKONOMI

Matematika Ekonomi



Materi pembahasan selam 1 semester diantaranya:
A.      Deret ukur dan Deret hitung
·           Deret hitung dibagi lagi untuk:
1)        Perkenalan usaha
2)        Bunga dari usaha
B.       Fungsi hubungan liniear jenis:
1)        Fungsi permintaan
2)        Keseimbangan pasar
Pengertian dari pasar itu sendiri adalah interaksi abstrak (dimanapun). Keseimbangan titik temu harga yang kuantitas ditawarkan dan dibeli.
C.       Fungsi hubungan  non liniear diantaranya:
1)        Pajak
2)        Subsidi
3)        Pengaruh terhadap keseimbangan pasar
Pajak adalah sesuatu yang membebani masyarakat kepada pemerintah untuk pembangunan atau istilah jaman dulu itu “upeti”!. Dan subsidi itu sendiri bantuan untuk masyarakat dari pemerintah berupaya untuk mencapai kesejahteraan. Sedangkan Pengaruh terhadap keseimbangan pasar itu dari dampak pajak dan subsidi.
D.      Differensial sederhana bersifat elastisitas
E.       Integral tentu dan integral tidak tentu
F.        Matriks
G.      Analisis input + output
1. DERET
Deret ialah rangkaian bilangan yang tersusun secara teratur dan memenuhi kaidah-kaidah tertentu. Bilangan-bilangan yang merupakan unsur  dan pembentuk sebuah deret dinamakan suku.
Deret digolongkan atas deret berhingga dan deret tak terhingga. Deret berhingga adalah deret yangjumlah suku-sukunya tertentu,sedangkan deret tak terhingga adalah deret yang suku-sukunya tak terbatas. Deret bisa dibeda-bedakan menjadi deret hitung,deret ukur,dan deret harmoni.
Deret hitung ialah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan penjumlahan terhadap sebuah bilangan tertentu.
Rumusnya:  Sn=a+(n-1)b
Contoh: diket,.7,12,17,22,27,32…
Dit,. S7 ??
Jwb: Sn= a+(n-1)b
              S7= 7+(7-1)5
              =37
2.    Jumlah n Suku
Jumlah sebuah deret hitung sampai dengan suku tertentutak lain adalah jumlah nilai suku-sukunya sejak suku pertama (S1 atau a) sampai dengan suku ke-n (S1) yang bersangkutan.
Rumusnya:  Jn=n/2 (a+Sn)
 Contoh: diket,.7,12,17,22,27,32…
Dit: J7 ??
Jwb: J7= n/2 (a+Sn)
               =7/2 (7+37)
               =154
3.     HUBUNGAN LINIER / FUNGSI LINIER
Hubungan linier adalah angka tertingginya yaitu 1.
Dan jangan lupa kalo kita mau tulis skripsi dalam linier maka jangan lupa cantumkan rumus dasar nya yaitu:  y= a+bX1+bX2 
Y= y-y1/y2-y1.x-x2/x2-x1 atau
=p-p1/p2-p1.q-q1/q2-q1
Contoh:
Cari koordinat:
Dari,.a(-2,3), b(4,6)
y-yi/y2-y1=x-x1/x2-x1
y-3/6-3=x+2/4+2
y-3/3=x+2/6
6y-18=3x+6y
6y=3x+6+18 dibagi 6
Y=0,5x+4
4. PENERAPAN EKONOMI HUBUNGAN LINIER DALAM EKONOMI MIKRO
a.      Fungsi permintaan Qd=a-bP adalah berlawanan maka hokum permintaan jika P naik jadi  Qd turun.
b.      Fungsi permintaan Qs=-a+bP adalah searah maka hokum penawaran jika P naik jadi Qs naik.
Qd= Quantity of Demain adalah jumlah barang yang diminta untuk sisi konsumen kepada kepuasan  (utility).
Qs= Quantity of Supply adalah jumlah barang yang ditawar untuk sisi produsen untuk mencapai keuntungan.
Contoh soal:
Harga
45
55
Kuantitas
125
100
Bentuklah fungsi permintaan ?!
P-P1/P2-P1=Q-Q1/Q2-Q1
P-45/55-45=Q-125/100-125
P-45/10=Q-125/-25
-25P/1125=10Q-1250
-25P+1125+1250=10Q dibagi 10
Q=237,5-25P
5.      KESEIMBANGAN PASAR (MARKET EQULIBRIUM)
Q=F(P) PRODUKSI DAN HITUNG UNTUNG DAN RUGI
Rumus :
 Q= -b/2a
R= TR-TC
Q= f(p) Qd=Qs                       
Tingkat produksi hasil dari R max atau rugi:
Rumusnya: Q= -b/2a
R= TR-TC
Bentuk Persamaan Penerimaan Total:
Rumusnya: R= Q.P
6.    Hubungan Non Linier
Contoh soal; Tentukan titik ekstri parabola y= -x2 plus 6x-2 dan perpotongan sumbu-sumbu koordinatnya adalah:
Maka koordinat puncaknya adalah:
= (-b/2a.b2-4a,c/-4a)
Sumbu x : -b/2a
Sumbu y: b2-4a.c/-4a
= -6/-2.36-8/4= 3.7
Maka perpotongan dengan sumbu y = x=0,maka y=-2.
Qd dan Qs Perpajakan
Contoh: Diketahui Qd= 15-P
                                 Qs= -16+2P
maka tentukan:-  PE dan QE sebelum pajak ?!
                           -  jika pajak pertana adalah (t=3),tentukan pajak baru menjadi (t=5) maka PE dan QE?!
Jawab: Qd=Qs
-) 15-P=-6+2P
9=3P
PE=9/3 =3
Qd= 15-P
= 15-3
=12 (QE)

-) Qs = -6+2 (p-3)
= -6+2p-6
= 2P-12
Qd=Qs
15-P=2P-12
27=3P
PE’ = 27/3 =9
Qd =15-P
=15-9
= 6 (QE’)

Qs= 2P-12
=2(P-t)-12
=2P-5-12
=2P-17
Qd=Qs
15-P=3P
PE’= 22/2
=10,6
Qd= 15-P
QE’= 15-10,6
= 44

TINGKAT PRODUKSI
Rumus………….Q= -b/2a and R= TR-TC

MINOR DAN KEFAKTOR
= (-1)2 . m
ADJOIN MATRIX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar